fbpx
Beranda » Artikel » 7 Fakta Menarik Seputar Cap Gomeh

7 Fakta Menarik Seputar Cap Gomeh

Diposting pada 7 February 2022 oleh admin | Dilihat: 79 kali | Kategori:

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”.

Perayaan Cap Go Meh menjadi penanda berakhirnya Tahun Baru Imlek. Biasanya orang Tionghoa melakukannya 15 hari setelah Imlek. Biasanya mereka akan mengadakan festival besar-besaran untuk merayakannya.

Selain itu, ada beberapa hal menarik yang perlu kamu ketahui. Inilah fakta menarik seputar Cap Go Meh.

 

1. Apa Arti Cap Go Meh?

Sebelum ini mari kita bahas apa sih arti cap go meh? Ada yang tau?

Cap artinya Sepuluh, Go artinya Lima, Meh artinya Malam. Bisa di simpulkan Cap Go Meh adalah hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek. Dirayakan pada hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek.

2.    Berbeda Dengan Imlek

Saat Imlek dirayakan dengan sembahyang ke kelenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan. Kemudian dilanjutkan dengan berkumpul dan makan bersama keluarga.

Sedangkan saat Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan berupa kue keranjang dan melakukan sembahyang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan. Kemudian ada acara makan kue keranjang yang bisa dimakan langsung atau digoreng, serta dibagi-bagikan secara gratis untuk warga sekitar.

Untuk kamu yang ingin membuat kue keranjang kami bagian resep membuat kue keranjang

Kue keranjang yang disebut juga sebagai Nian Gao atau dalam dialek Hokkian Ti Kwe, yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang, adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket.

Bahan :

  • 1200 gr gula pasir
  • 1875 ml air
  • 1200 gr tepung ketan
  • 1 sdt garam

 

Langkah

  • Pertama Tama siapkan bahan dan masak separuh gula pasir sampai jadi karamel tambahkan air 600ml biarkan karamel larut dan tambahkan lagi sisa gulanya aduk rata sampai semua larut, dinginkan.
  • Siapkan tepung ketan yg dicampur garam, takar gula karamel sampai 1875ml, jika kurang tambahin air biasa aja sampai airnya 1875ml. Tuang perlahan lahan ke tepung ketan sambil di aduk dgn whisk.
  • Siapkan cetakan yg tahan panas (Sy cetakannya dr cangkir Stainles di bungkus plastik supaya mudah mengeluarkannya saat sudah matang bisa juga menggunakan daun)
  • Saring adonan lalu tuang ke dlm cetakan sampai 3/4 cetakan penuhnya.
  • Tutup cetakan dgn alumunium foil supaya ga ada air yg masuk ke adonan. Lalu kukus selama 4jam (kukusan harus dipanaskan dulu ya) tutup kukusan juga d lapisi dgn kain.
  • Setiap sejam sekali tambahkan air dandangnya ya.
  • Jika sudah 4-5 jam angkat kue keranjang dan tiriskan, buka alumuniumfoilnya, lalu tutup dgn kain bersih dan biarkan semalaman.

 

3.    Memiliki Nama Yang Berbeda Di Setiap Negara

Setiap negara punya nama tersendiri dalam memaknai hari ke-15 setelah Imlek. Tiongkok menyebutnya dengan perayaan Yuan Xiao atau Shang Yuan. Di Barat disebut dengan Lantern Festival. Beberapa daerah menyebutnya dengan hari kasih sayang.

 

4.    Sejarah Imlek

Terlepas dari perbedaan nama di setiap negara, mereka punya maksud dan tujuan yang sama. Mari kita sedikit membahas sejarah, mengenai awal mula perayaan Cap Go Meh.

Perayaan ini sudah dilakukan sejak 206 Sebelum Masehi, menjadi sebuah bentuk penghormatan kepada Tahi Yi yang dianggap sebagai Dewa tertinggi pada Dinasti Han. Kala itu, para biksu harus membawa lentera untuk melakukan ritual.

Mereka menerbangkannya sebagai simbol melepas nasib buruk di masa lalu dan menyambut nasib baik di masa depan. Kemudian, masing-masing negara mengadaptasinya tanpa merusak tujuan di dalamnya.

 

5.    Sebagai Tanda Berakhirnya Imlek

Dalam kepercayaan etnis Tionghoa, masing-masing hari sebelum Cap Go Meh punya makna tersendiri. Hari pertama merupakan momen terpenting, layaknya umat muslim merayakan Lebaran. Saudara tertua akan menjadi tuan rumah keluarga besarnya.

Mereka akan kumpul bersama untuk saling mengucapkan selamat tahun baru sambil membagikan angpao.

Hari ke-5 misalnya, terdapat festival Po Wu yang diyakini sebagai ulang tahun Dewa Keberuntungan. Kebanyakan orang akan mengadakan jamuan besar dan menyalakan petasan. Mereka juga membuka pintu atau jendela sebagai isyarat menyambut Dewa.

Sebisa mungkin mereka akan menarik perhatian Dewa Keberuntungan, sehingga memastikan kebaikan dan keberuntungan di masa depan.

Hari ke-9, dalam kepercayaan Tionghoa dan Taoisme, menjadi momen penting untuk merayakan ulang tahun Kaisar Giok atau Yu Huang Da Di. Mereka adalah sosok penting yang menjadi penguasa surga dan semua alam lain di bawahnya.

Dalam merayakannya, mereka akan mengorbankan hewan sebagai bentuk penghormatan, yakni ayam, babi, dan ikan.

Tibalah pada hari ke-15 yang menjadi hari penutupan euforia Tahun Baru Imlek. Umumnya, mereka akan merayakannya dengan festival lampion. Bagi para pria dan perempuan lajang, momen ini menjadi sangat spesial.

 

6.    Memiliki Hal Tabu yang Harus Di Hindari

Dalam 15 hari merayakan Imlek, orang Tionghoa harus menjaga diri untuk tidak melakukan hal tabu. Misalnya berkata kotor, membeli buku, membeli sepatu, menangis,menjahit, makan bubur, dan sebagainya.

Bukan tanpa alasan beberapa hal tersebut dilarang. Misalnya makan bubur yang dianggap menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan. Membeli buku dalam bahasa Mandarin merupakan “shu”.

Bunyi pengucapannya seperti dengan kata yang berarti “kalah”. Kalau membeli buku, kamu akan dianggap membawa sial sepanjang tahun.

 

7.    Tidak Perlu Jauh – jauh Ke Singkawang

Bagi warga ibukota yang ingin melihat perayaan Cap Go Meh tapi terlalu jauh untuk pergi ke Singkawang, Anda dapat menyaksikan perayaan Cap Go Meh di kota Bogor dalam acara Bogor StreetFest Cap Go Meh.

Festival ini biasanya berlangsung di Vihara Dhanagun, di Jalan Suryakencana No.1, Bogor.

Vihara ini pertama kali didirikan oleh masyarakat Tionghoa Kota Bogor pada abad ke-18. Bangunan yang menempati lahan seluas 5 ribu meter persegi dianggap menjadi sumber rezeki di wilayah sekitarnya.

Sejak 100 tahun lalu, Bogor memang sudah melaksanakan perayaan Cap Go Meh dengan beragam cara, seperti pertunjukan seni dan prosesi kebudayaan.

Perayaan Cap Go Meh ini akan dimeriahkan oleh sejumlah pertunjukan dari Karnaval Mobil 12 Shio, 20 Joli, 25 Liong, 50 Barongsai dan Lampion.

Upacara keagamaan akan menjadi prosesi awal acara ini sekaligus sebagai pembukaan. Ritual ini dilakukan untuk menghormati Tuhan Yang Maha Esa, para Dewa dan leluhur.

Selanjutnya, festival akan dilanjutkan dengan prosesi arak-arakan dari Vihara Dhanangun menuju Vihara Buddhsena di Jalan Batu Tulis No.6, Bogor. Pawai seni budaya ini akan berlangsung sejak pukul 3 sore hingga 12 malam

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15.

Selamat tahun Baru China Bagi yang merayakan

https://www.tokopedia.com/kampungkaleng2

https://shopee.co.id/kampungkaleng

 

Website: www.kampungkaleng.com

Email: admin@kampungkaleng.com

Instagram: @kampungkaleng

Facebook: Kampung Kaleng

cetakan kue keranjang, kue keranjang, dodol cina, kue bakul, kue cina, nastar keranjang, kue keranjang goreng, kue keranjang imlek, harga kue keranjang, dodol imlek, keranjang kue

Bagikan

7 Fakta Menarik Seputar Cap Gomeh | Kampung Kaleng

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office:

Jl RE. Sulaeman. Kamurang RT 02/07 No. 5 Puspasari Citeureup Bogor 16810

Pelayanan Konsumen:

  • Senin – Jum’at
  • Pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Hari Sabtu
  • Pukul 08.00 – 12.00 WIB

Customer Service:

Telepon dan Whatsapp:

Telkom: 021-87945717

Telkomsel: 0813 – 9266 – 0009

Indosat: 0815 – 902 – 9109

XL Axiata: 0878 – 8488 – 8909

Website:

Website: www.kampungkaleng.com

Email: admin@kampungkaleng.com

Instagram: @kampungkaleng

Facebook: Kampung Kaleng

Chat via Whatsapp
Nila
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Nila
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja