fbpx
Beranda » Artikel » Aneka Serabi Khas Nusantara

Aneka Serabi Khas Nusantara

Diposting pada 9 March 2022 oleh Kampung Kaleng | Dilihat: 284 kali | Kategori:

Serabi  merupakan makanan tradisional khas Indonesia. Serabi dibuat dengan tiga bahan yakni tepung beras, santan, dan gula. Seiring berjalannya waktu, ada bahan tambahan untuk memperkaya rasa serabi. Tak hanya itu, serabi pun makin menggugah selera dengan aneka topping seperti saus kinca, saus gula merah, keju, suwiran ayam, oncom, meises, hingga potongan buah.

Kudapan bulat dan empuk ini dijuluki pancake khas Indonesia. Anda bisa menikmatinya kapanpun, baik untuk sarapan atau teman minum teh di sore hari.

Secara tradisional, serabi dibuat dengan belanga kecil di atas tungku api. Bahkan untuk mempertahankan tradisi, cara masak serabi seperti ini masih dilakukan hingga sekarang.

Salah satu jajanan pasar yang paling banyak ditemui ketika berkunjung ke tanah Jawa adalah serabi. Makanan yang terbuat dari tepung beras ini juga bisa didapatkan di berbagai daerah lain di antaranya Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Betawi (Jakarta).

Nah kampungkaleng akan membahas aneka serabi yang ada di nusantara nih, sebelum masuk ke pembahasan kita simak dulu yuk asal muasal serabi.

Asal muasal serabi

Meski sangat terkenal di Solo dan sekitarnya, tetapi sebenarnya serabi adalah makanan Sunda. Nama serabi atau surabi sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti ‘besar’. Sejak tahun 1920-an, serabi menjadi jajanan pasar yang cukup terkenal.

Serabi yang masih tradisional umumnya disajikan dengan gula Jawa dan santan. Tetapi, sekarang banyak sekali yang mengembangkan serabi menjadi panganan aneka rasa. Serabi bisa dihidangkan dengan aneka pilihan topping seperti mayonais, ayam, daging, cokelat, dan lain-lain.

 

Serabi Bandung

Serabi Bandung dimasak dengan tungku tanah liat. Inilah yang menjadikan rasa serabi Bandung berbeda dari serabi lainnya. Konon, kuliner tradisi Jawa Barat tersebut sudah ada sejak 1923. Dalam sejarahnya, serabi berasal dari bahasa sunda yaitu “sura” yang artinya besar.

Serabi sering disebut mirip dengan pancake yang berasal dari Belanda. Jika pancake menggunakan tepung dan telur, adonan serabi dibuat dengan menggunakan tepung terigu, tepung beras, dan santan kelapa.

Ada dua rasa yang dimiliki oleh camilan ini. Pertama serabi manis yang ditambahkan kinca atau gula merah cair. Kedua, serabi asin yang ditaburi oncom di atasnya.

 

BANDUNGMU.COM – Serabi Bandung dimasak dengan tungku tanah liat. Inilah yang menjadikan rasa serabi Bandung berbeda dari serabi lainnya. Konon, kuliner tradisi Jawa Barat tersebut sudah ada sejak 1923. Dalam sejarahnya, serabi berasal dari bahasa sunda yaitu “sura” yang artinya besar.

Serabi sering disebut mirip dengan pancake yang berasal dari Belanda. Jika pancake menggunakan tepung dan telur, adonan serabi dibuat dengan menggunakan tepung terigu, tepung beras, dan santan kelapa.

Ada dua rasa yang dimiliki oleh camilan ini. Pertama serabi manis yang ditambahkan kinca atau gula merah cair. Kedua, serabi asin yang ditaburi oncom di atasnya.

Sekilas, serabi Bandung mirip dengan serabi Solo. Meski demikian, keduanya berbeda. Serabi Solo biasanya disajikan lebih kering. Proses pembuatannya juga menggunakan tungku baja.

Sementara serabi Bandung memiliki tekstur yang lebih “basah” dan disajikan dengan saus kinca. Bentuk serabi Bandung juga lebih tebal. Proses pemasakannya juga menggunakan tungku.

 

Serabi Solo

Kalau menilik asal usul serabi, kue khas Solo ini yang paling mendekati bentuk klasiknya. Serabi Solo dibuat dengan tepung beras, gula, garam, dan santan. Perpaduan rasanya lebih legit dari serabi Bandung, sehingga disantap begitu saja pun sudah nikmat. Namun, beberapa orang menambahkan taburan meises, parutan keju, atau kacang supaya makin bercitarasa. Serabi Solo juga punya bentuk unik. Bagian pinggirnya bertekstur garing dengan warna kecoklatan, sedangkan tengahnya cenderung basah dan lembut dengan warna putih. Saat disajikan, kue serabi digulung dalam daun pisang sehingga aromanya makin kuat.

Salah satu serabi solo yang terkenal adalah serabi notosuman. Nama tersebut diambil dari nama jalan notosuman yang sekarang menjadi jalan mohammad yamin. Serabi Notosuman hanya memiliki2 varian rasa yaitu coklat  dan original.  Serabi notosuman tetap menjual dalam dua rasa demi menjaga identitas dan karakternya.

 

 

Serabi Cirebon

Anda penggemar serabi gurih? Jangan lupa mampir ke Cirebon untuk membeli kudapan ini! Serabi atau surabi cirebon dibuat dengan tepung beras, terigu, air, kelapa parut, dan garam. Ketika matang, bentuknya memang mirip serabi Bandung. Tapi, siap-siap bingung memilih taburan gurihnya nih. Ada oncom, telur, tauco, hingga tempe orek. Seperti halnya serabi lain, aneka taburan ini dimasukkan saat proses pemanggangan serabi. Tak perlu takut rasanya mentah atau amis karena taburan ini akan matang bersamaan dengan serabi. Uniknya lagi, serabi gurih ini disantap saat sarapan bersama gorengan tempe, tahu, hingga bakwan. Mantap, kan?

 

 

Serabi Jakarta

Jakarta juga punya serabi, lho. Banyak orang lebih mengenalnya sebagai kue ape daripada serabi. Kenampakannya memang mirip serabi Solo, tapi bagian tengah serabi ini lebih kecil, menggembung, dan padat. Kalau serabi Solo identik dengan adonan putih, serabi Jakarta bisa dibuat dengan dua warna yaitu hijau dan putih. Bahan-bahannya terdiri dari terigu, telur, santan, bahan pengembang, dan vanili. Rasanya yang gurih dengan tekstur pinggiran renyah sudah terasa nikmat tanpa taburan. Tak sulit mencari kudapan ini karena penjaja kaki lima banyak menjualnya di sudut-sudut jalan kota.

 

Nah kampungkaleng bagikan resep membuat serabi  nih check dibawah ini:

Cara Mebuat Serabi

 

Bahan-bahan

Serabi :

  • 650 ml santan kekentalan sedang (merasnya pakai air kelapa)
  • Daun pandan
  • 1/2 sdt garam
  • 250 gr tepung beras
  • 1 sdm tepung tapioka
  • 1 sdt ragi
  • 100 gr gula
  • 1 butir telur

Siraman :

  • 250 ml santan kental
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • Daun pandan

Toping :

  • Meses dan keju

Langkah – Langkah :

 

  • Rebus 650ml santan, garam, daun pandan sampai mendidih sambil diaduk terus. Agar santan tidak pecah. Diamkan sampai hangat
  • Masukkan ke chopper : tepung beras, tepung tapioka, garam, ragi, telur dan santan yang sudah hangat. Putar chopper sebentar.
  • Setelah itu diamkan adonan sekitar 1 jam, agar mengembang
  • Masak bahan siraman. Rebus santan kental, gula, garam dan daun pandan sambil diaduk terus sampai mendidih. Setelah mendidih, matian kompor. Namun santan tetap diaduk sebentar untuk mengurangi uapnya dan menghindari santan pecah
  • Siapkan wajan untuk serabi. Pastikan wajan dalam kondisi panas maksimal.
  • Sepanjutnya masak serabi dengan api kecil. Tuangkan adonan serabi dan ditekan diwajan agar terbentuk renda. Langsung tuang diatasnya bahan siraman. Tutup cetakan. Masak sekitar 3-4 menit. Beri toping sesuai selera

 

 

 

Untuk kamu yang membutuhkan perlengkapan baking dan peralatan dapur, kampungkaleng tersedia berbagai macam peralatan dpur juga baking.

Jangan Lupa kunjungi marketplace kami langsung klik di bawah ini

 

 

WEBSITE:

Website: www.kampungkaleng.com

Email: admin@kampungkaleng.com

Instagram: @kampungkaleng

Facebook: Kampung Kaleng

 

Bagikan

Aneka Serabi Khas Nusantara | Kampung Kaleng

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office:

Jl RE. Sulaeman. Kamurang RT 02/07 No. 5 Puspasari Citeureup Bogor 16810

Pelayanan Konsumen:

  • Senin – Jum’at
  • Pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Hari Sabtu
  • Pukul 08.00 – 12.00 WIB

Customer Service:

Telepon dan Whatsapp:

Telkom: 021-87945717

Telkomsel: 0813 – 9266 – 0009

Indosat: 0815 – 902 – 9109

XL Axiata: 0878 – 8488 – 8909

Website:

Website: www.kampungkaleng.com

Email: admin@kampungkaleng.com

Instagram: @kampungkaleng

Facebook: Kampung Kaleng

Chat via Whatsapp
Nila
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Nila
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja