google-site-verification=vPNmk_gAkH4QjBYcT5qlXQQihAeYK0QhhybUOmS39S0
Kaleng Kerupuk Mini - Cetakan Kue - Aneka Loyang - Klakat / Kukusan - Kotak Surat - Standing Ashtray - Ember Mini - Peralatan Dapur - Perlengkapan Kantor - Perlengkapan Rumah
Beranda » Artikel » Cerita Biji Ketapang

Cerita Biji Ketapang

Diposting pada 4 Februari 2020 oleh admin | Dilihat: 118 kali

Salah satu penganan Betawi yang hampir selalu ada setiap lebaran adalah kue biji ketapang. Bagi orang Betawi, rasanya lebaran tak lengkap tanpa kehadiran kue biji ketapang. Kue yang dibuat dengan cara digoreng ini terasa gurih karena paduan kelapa parut dan santan.

Mengenai mengapa kue ini dinamakan biji ketapang. Ini dikarenakan kue ini memang mirip dengan biji pada pohon bunga ketapang (Terminalia cattapa L) yang dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan kota Jakarta. Struktur morfologisnya antara lain tinggi 1-2 meter dan batangnya berkayu, bercabang dan berwarna hijau. Daun ketapang majemuk, menyirip genap, anak daunnya bulat telur, tepi rata dengan panjang 4-10 cm dan lebar 15-20 mm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga tanaman ketapang majemuk, bentuk tandan, mahkota bulat telm, terdiri atas 5 bagian, warna kuning. Buah polong bertangkai. Kalau masih muda bagian tengah warnanya cokelat, tepi hijau sedangkan ketika tua berwarna cokelat.

Buah ketapang berbentuk bulat, kulitnya keras dan ujungnya runcing. Jika dibuka isinya berwarna putih seperti almond. Oleh karena itu dipanggil juga dengan Almond Malabar atau Almond Singapura. Dahulu saat pohon ketapang masih banyak tumbuh di tanah Betawi, Buah ketapang banyak tercecer di jalanan dan sering dipungut untuk dimakan bijinya. Rasanya gurih dan teksturnya renyah. Itulah yang menginspirasi kue biji ketapang.

Mengenai Kue Biji Ketapang

Kue biji ketapang endang gulindang (terjemahan : enak). Manis, harum margarin dan gurih jadi satu. Jangan berikan kue berukuran mini-mini ini kepada nenek Anda yang giginya tinggal dua 😀 karena teksturnya sedikit keras. Bahan bakunya berupa tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, kelapa parut sangrai kering, margarin, telur dan susu. Tidak pakai biji ketapang asli, lho. Keunikannya, kue ini dimasak dengan cara digoreng bukan dipanggang. Pertama margarin, gula pasir, telur dikocok hingga tercampur rata. Lalu dimasukkan tepung terigu, susu dan kelapa parut sangrai. Aduk hingga rata. Adonan tiap 100 g digulung bentuk silinder panjang dengan diameter 1 cm kira-kira, lalu dipotong serong setinggi 1 cm. Biji-biji ketapang mentah digoreng dalam minyak panas sampai matang dan kuning kecokelatan

Bagikan informasi tentang Cerita Biji Ketapang kepada teman atau kerabat Anda.

Cerita Biji Ketapang | Kampung Kaleng

Belum ada komentar untuk Cerita Biji Ketapang

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Cetakan Kue Talam / Siomay / Puding

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 700
Ready Stock / KK33
Rp 700
Ready Stock / KK33
QUICK ORDER
Cetakan Tumpeng Tangga Sedang

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 45.000
Ready Stock / KK74
Rp 45.000
Ready Stock / KK74
QUICK ORDER
Cetakan Kue Keranjang / Dodol Cina

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 13.000
Ready Stock / KK77
Rp 13.000
Ready Stock / KK77
SIDEBAR