fbpx
Beranda » Artikel » Cerita Biji Ketapang

Cerita Biji Ketapang

Diposting pada 4 February 2020 oleh admin | Dilihat: 381 kali | Kategori:

Salah satu penganan Betawi yang hampir selalu ada setiap lebaran adalah kue biji ketapang. Bagi orang Betawi, rasanya lebaran tak lengkap tanpa kehadiran kue biji ketapang. Kue yang dibuat dengan cara digoreng ini terasa gurih karena paduan kelapa parut dan santan.

Mengenai mengapa kue ini dinamakan biji ketapang. Ini dikarenakan kue ini memang mirip dengan biji pada pohon bunga ketapang (Terminalia cattapa L) yang dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan kota Jakarta. Struktur morfologisnya antara lain tinggi 1-2 meter dan batangnya berkayu, bercabang dan berwarna hijau. Daun ketapang majemuk, menyirip genap, anak daunnya bulat telur, tepi rata dengan panjang 4-10 cm dan lebar 15-20 mm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga tanaman ketapang majemuk, bentuk tandan, mahkota bulat telm, terdiri atas 5 bagian, warna kuning. Buah polong bertangkai. Kalau masih muda bagian tengah warnanya cokelat, tepi hijau sedangkan ketika tua berwarna cokelat.

Buah ketapang berbentuk bulat, kulitnya keras dan ujungnya runcing. Jika dibuka isinya berwarna putih seperti almond. Oleh karena itu dipanggil juga dengan Almond Malabar atau Almond Singapura. Dahulu saat pohon ketapang masih banyak tumbuh di tanah Betawi, Buah ketapang banyak tercecer di jalanan dan sering dipungut untuk dimakan bijinya. Rasanya gurih dan teksturnya renyah. Itulah yang menginspirasi kue biji ketapang.

Mengenai Kue Biji Ketapang

Kue biji ketapang endang gulindang (terjemahan : enak). Manis, harum margarin dan gurih jadi satu. Jangan berikan kue berukuran mini-mini ini kepada nenek Anda yang giginya tinggal dua 😀 karena teksturnya sedikit keras. Bahan bakunya berupa tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, kelapa parut sangrai kering, margarin, telur dan susu. Tidak pakai biji ketapang asli, lho. Keunikannya, kue ini dimasak dengan cara digoreng bukan dipanggang. Pertama margarin, gula pasir, telur dikocok hingga tercampur rata. Lalu dimasukkan tepung terigu, susu dan kelapa parut sangrai. Aduk hingga rata. Adonan tiap 100 g digulung bentuk silinder panjang dengan diameter 1 cm kira-kira, lalu dipotong serong setinggi 1 cm. Biji-biji ketapang mentah digoreng dalam minyak panas sampai matang dan kuning kecokelatan

Bagikan

Cerita Biji Ketapang | Kampung Kaleng

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office:

Jl RE. Sulaeman. Kamurang RT 02/07 No. 5 Puspasari Citeureup Bogor 16810

Pelayanan Konsumen:

  • Senin – Jum’at
  • Pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Hari Sabtu
  • Pukul 08.00 – 12.00 WIB

Customer Service:

Telepon dan Whatsapp:

Telkom: 021-87945717

Telkomsel: 0813 – 9266 – 0009

Indosat: 0815 – 902 – 9109

XL Axiata: 0878 – 8488 – 8909

Website:

Website: www.kampungkaleng.com

Email: admin@kampungkaleng.com

Instagram: @kampungkaleng

Facebook: Kampung Kaleng

Chat via Whatsapp
Nila
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Nila
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja