Cetakan Donat dari Kampung Kaleng
Donat (doughnuts atau donut), merupakan salah satu jenis makanan, yang terbuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Seluruh adonan tersebut kemudian dicampur dan diaduk secara merata, hingga mendapatkan adonan yang sempurna. Adonan tersebut kemudian dibentuk seperti cincin dengan lubang di bagian tengahnya, selanjutnya di goreng dalam minyak panas. Untuk hiasan atasnya, bisa ditambahkan meises, tepung gula, krim, dan sebagainya.
Pada dasarnya, donat terkenal sebagai makanan atau kue yang berlubang. Bentuknya yang seperti ini merupakan bentuk awal donat, sejak pertama kali di buat. Tapi seiring berjalannya waktu, Donat mengalami banyak perubahan dan variasi baru. Bentuk donat tidak hanya berlubang, tapi ada beberapa yang dibuat tanpa lubang dan bahkan dibuat dengan berbagai bentuk seperi bentuk hati, petak, dan sebagainya.
Sebagai salah satu makanan favorite di dunia, banyak orang yang penasaran akan asal usul donat tersebut. Sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan donat ini pun mulai bermunculan. Beberapa diantaranya seperti: Kapan dan dimana pertama kali donat dibuat? Siapa penemunya? dan mengapa bentuknya di buat berlubang pada bagian tengah?
Sejarah atau Asal Usul Donat di Dunia
Sejarah Asal Usul donat masih menjadi sebuah perdebatan yang tak berujung. Konon, donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda. Ada juga yang mengklaim bahwa donat ditemukan oleh leluhur suku Indian Wampanoag. Akan tetapi, National Dunking Association of America (NDAA) menyatakan bahwa, penemu donat adalah Hanson Crocket Gregory. Namun kisah penemu Hanson Crocket Gregory ini memiliki dua versi yang berbeda. Beragam pendapat mengenai asal usul donat ini, membuktikan bahwa belum ada yang tahu pasti tentang sejarah asal usul donat yang sebenarnya.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa sejarah asal usul donat yang diyakini oleh masyarakat, meskipun masih belum jelas kebenarannya:
-
Donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda
Sebuah pendapat mengatakan bahwa donat pertama kali diperkenalkan oleh seorang berketurunan Belanda pada abad ke-19. Di Belanda, donat sering disebut sebagai salah satu jenis olykoek. Olykoek dalam bahasa Belanda berarti “kue minyak”, yaitu kue manis yang digoreng dengan lemak.
Olykoek atau Kue goreng ini mulai populer di New York dan New England pada abad ke-16 atau 17. Sejak saat itu, mulailah banyak bermunculan kedai-kedai, yang khusus meyajikan kue tersebut bersama kopi yang baru diseduh. Toko pertama yang menjual kue goreng siap santap ini, didirikan oleh Anna Joralemon di New York, pada tahun 1673. Pada waktu itu, kue goreng tersebut masih belum berlubang.
Istilah donat berasal dari kata dough-nut. Dalam History of New York (1809), penulis Washington Irving menggambarkan kue donat ini berbentuk bola, yang terbuat dari adonan manis, digoreng dengan minyak dan lemak babi, yang disebut dengan doughnut (kue adonan kacang-lemak) atau Olykoek. Dan saat ini, kata doughnut sudah mengalami peluruhan menjadi donut, meskipun kata aslinya masih tetap dipakai.
Pada zaman ini, donat masih belum berlubang. Jadi, sampai saat ini kisah mengapa donat memiliki lubang di bagian tengahnya masih menjadi sebuah misteri. Akan tetapi, meskipun asal usul itu belum memiliki kejelasan yang pasti, namun orang-orang sering mengaitkan penemuan lubang donat tersebut dengan Hanson Gregory, yaitu seorang kapten pelaut asal Denmark.

Cetakan Donat
-
Donat ditemukan oleh Hanson Crocket Gregory.
Selain pendapat di atas, ada juga yang mengatakan bahwa penemu donat adalah Hanson Crocket Gregory. Pendapat ini dinyatakan oleh National Dunking Association of America (NDAA). Meskipun begitu, cerita mengenai penemu donat ini memiliki 2 versi cerita yang berbeda. Adapun versi ceritanya adalah sebagai berikut:
- Hanson Gregory adalah seorang kapten kapal asal Denmark. Pada saat sedang melakukan perjalanan di laut, Kapten Gregory sedang menakhodai kapal dengan menggunakan kedua tangan di anjungan kapal. Pada saat itu, sang kapten bermaksud untuk memakan sepotong kue goreng. Namun karena tiba-tiba badai datang, secara spontan dia menancapkan kue goreng tersebut pada jari-jari roda kemudi kapal, sehingga berlubang. Setelah badai mulai reda, Gregory kemudian mengambil kembali kuenya yang masih tertancap, dan menyadari kini ada lubang di bagian tengahnya. Terkesan oleh kreasinya tersebut, Gregory kemudian meminta koki kapal agar membuat roti goreng dengan lubang tepat di bagian tengah. Walaupun kisah ini sangat terkenal di seluruh dunia, namun asal-usul donat tersebut masih diragukan, jika dianggap menjadi asal usul lubang pada bagian tengah donat.
- Hanson Gregory adalah nama seorang anak laki-laki berumur 15 tahun asal Maine, Amerika Serikat. Ketika ibunya membuat kue, Hanson melihat bagian tengah kue tersebut belum matang. Hanson pun mencungkil bagian tengah kue dengan pisau sehingga berlubang. Ketika sudah dewasa, Hanson menjadi seorang nakhoda kapal dan kue buatannya tersebar hingga ke berbagai dunia, termasuk Indonesia.
Itulah beberapa pendapat tentang sejarah asal usul donat di dunia, yang masih diragukan kebenarannya. Donat yang terkenal dengan rasanya yang khas, kini tidak hanya berbentuk bulat dengan lubang di tengah. Bentuk bulatan berlekuk (ring) ataupun bulat tanpa lubang ditengah, juga mulai banyak dijumpai.
Tags: cetakan, cetakandonat, cetakankue, donat, kalengkerupuk, kalengkerupukmini, kampungkaleng, kue
Cetakan Donat dari Kampung Kaleng
Kerupuk merupakan salah satu panganan yang digemari oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Saking populernya, kerupuk seringkali hadir dalam setiap acara... selengkapnya
Industri kue di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang yang tertarik membuat kue di rumah,... selengkapnya
Ketika Semua Harga Naik, UMKM Harus Pilih Bertahan atau Tumbang Belakangan ini, kita semua merasakan hal yang sama: harga naik... selengkapnya
Wedang Jahe adalah minuman tradisional Indonesia yang terbuat dari jahe segar yang dimasak bersama bahan-bahan lain seperti gula merah, garam,... selengkapnya
Lontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong,... selengkapnya
Angpao adalah amplop merah yang biasanya berisi uang yang diberikan sebagai hadiah atau persembahan selama perayaan-perayaan tertentu, terutama Tahun Baru... selengkapnya
Rempeyek atau peyek adalah hidangan camilan sejenis keripik atau kerupuk bercita rasa gurih dan renyah. Tak hanya untuk camilan, rempeyek... selengkapnya
Dalam dunia eksplorasi mineral dan geologi, keberadaan peralatan yang memadai sangatlah penting. Dua alat yang kerap digunakan adalah core tray... selengkapnya
Kue lapis adalah sejenis kue tradisional yang berasal dari Indonesia. Kue ini dikenal dengan berbagai nama di berbagai daerah Indonesia,... selengkapnya
Masyarakat Indonesia mengenal hotdog sebagai makanan cepat saji serupa hamburger, dengan 2 lapis roti yang memiliki isian sosis dan sayur.... selengkapnya
Cetakan Kue Bola, terbuat dari alumunium press. Ukuran diameter 8 cm, tinggi 5 cm. Cetakan ini berbentuk setengah bola. Harga… selengkapnya
Rp 18.000Cutter Cookies, ukuran 3,5 cm. Alat untuk membentuk kue / cookies menjadi bentuk aneka macam bentuk kartun. produk terbuat dari… selengkapnya
Rp 40.000Panggangan Sate Stainless Gas, terbuat dari stainless, anti karat. Bisa dibongkar pasang antara kaki dan pemanggang. Ukuran: panjang 60 cm,… selengkapnya
Rp 632.000Loyang Brownies Mini. Ukuran 15 x 10 x 4 cm Terbuat dari alumunium 0,4 mm. Bahan tebal, kokoh dan awet… selengkapnya
Rp 9.500Meja Dapur Stainless 120x80x80 cm – Praktis dan Tahan Lama Meja dapur stainless ukuran 120x80x80 cm cocok untuk dapur rumah… selengkapnya
Rp 1.850.000Tong Es Krim Stainless ukuran diamater 22 cm tinggi 56 cm plus wadahnya, terbuat dari stainless steel anti karat dilengkapi… selengkapnya
Rp 485.000Baby Box Stainless Steel Spesifikasi Dimensi (PxLxT) : 70x45x90 cm Konstruksi/Material : Stainless Steel Pipe O 0,8 mm Bed :… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenekan – Perata Kue, terbuat dari stainless anti karat, tersedia 2 ukuran besar dan kecil. Cek produk selengkapnya di Website… selengkapnya
*Harga MulaiRp 5.000
Kaleng Kerupuk Mini Merchandise untuk Grab Indonesia, ukuran 11 x 11 x 13 cm. Terbuat dari aluminium yang dicar warna… selengkapnya
Rp 27.500Loyang terbuat dari alumunium 0,6 mm, ukuran 60 x 40 x 2 cm. Bahan kokoh dan kuat … selengkapnya
Rp 47.000
Saat ini belum tersedia komentar.