Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM
Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM
Belakangan ini media sosial ramai memperbincangkan insiden yang melibatkan gerai Roti O setelah sebuah video viral menunjukkan seorang nenek ditolak saat melakukan transaksi karena hanya menerima pembayaran non-tunai seperti QRIS. Peristiwa ini kemudian mendapat permohonan maaf resmi dari manajemen Roti O dan perhatian dari Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas sistem pembayaran di Indonesia. Kilat Berita+1
Kasus Viral: Inti Kejadian dan Respons Roti O
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pelanggan lanjut usia yang tidak bisa menyelesaikan transaksi di sebuah gerai Roti O karena tidak bisa membayar dengan alat pembayaran digital. Dalam sejumlah unggahan media, manajemen Roti O meminta maaf atas kejadian tersebut melalui akun Instagram resmi mereka dan menyatakan telah melakukan evaluasi internal untuk memperbaiki layanan di masa depan. Kilat Berita

sumber: instagram roti o
Pihak Roti O juga menyampaikan bahwa kebijakan pembayaran nontunai bertujuan untuk mempermudah pelanggan serta memberikan akses promo dan diskon melalui aplikasi pembayaran digital. Namun, respons publik yang luas menunjukkan bahwa tidak semua pelanggan siap atau nyaman sepenuhnya dengan metode nontunai. detikfinance
Bank Indonesia: Tegaskan Aturan Pembayaran Tunai
Kasus ini juga menarik perhatian Bank Indonesia, yang menegaskan kembali bahwa uang tunai (rupiah) adalah alat pembayaran yang sah di Indonesia dan tidak boleh ditolak dalam transaksi sehari-hari. Pernyataan ini merujuk pada Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang melarang penolakan terhadap rupiah, kecuali jika ada keraguan atas keaslian uang tersebut. Kilat Berita
Bank Indonesia juga menyatakan bahwa penggunaan sistem pembayaran nontunai tetap didorong sebagai bagian dari modernisasi layanan, tetapi harus dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan beragam lapisan masyarakat. politikindonesia.id
Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan
Kasus Roti O jadi viral karena beberapa hal:
-
Transaksi tunai masih umum dan dibutuhkan oleh banyak pelanggan, terutama lansia atau mereka yang tidak memakai pembayaran digital.
-
Penolakan terhadap pembayaran cash bisa menimbulkan kesan kurang inklusif, yang pada akhirnya berdampak pada pengalaman pelanggan.
-
Video tersebut mengundang banyak reaksi di media sosial, termasuk protes dan diskusi soal hak konsumen.
Reaksi publik ini menunjukkan bahwa kebijakan internal sebuah bisnis dapat cepat berimbas pada persepsi publik bila tidak dikomunikasikan atau diimplementasikan dengan hati-hati. Republika Online
Pelajaran Penting untuk Pelaku UMKM
Bagi pelaku UMKM–termasuk kamu yang sedang membangun brand sendiri–ada beberapa pembelajaran penting dari kasus ini:
1. Sistem Boleh Modern, Tapi Harus Tetap Inklusif
Menerapkan pembayaran digital atau sistem baru memang bisa meningkatkan efisiensi dan memberikan kemudahan bagi sebagian pelanggan. Namun, pastikan juga tetap menerima metode yang umum dipakai oleh pasar target, termasuk pembayaran tunai, agar tidak mengecualikan kelompok tertentu.
2. Komunikasikan Kebijakan dengan Jelas
Jika ada kebijakan baru, seperti preferensi pembayaran atau cara menggunakan promo, pastikan informasi itu tersampaikan dengan baik kepada pelanggan sebelum transaksi berlangsung.
3. Pelayanan adalah Bagian dari Identitas Brand
Secanggih apapun sistem yang digunakan, pelanggan akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan. Pelayanan yang responsif, empatik, dan adil adalah fondasi hubungan jangka panjang yang kuat.
4. Evaluasi Internal Itu Penting
Respons Roti O dengan melakukan evaluasi internal adalah contoh bahwa pelaku usaha harus siap meninjau ulang kebijakan bila berdampak negatif terhadap pengalaman pelanggan.
Kesimpulan
Kasus viral penolakan pembayaran tunai di gerai Roti O menjadi pengingat bagi pemilik UMKM bahwa strategi bisnis tidak hanya soal efisiensi teknis, tapi juga soal pelayanan yang inklusif dan komunikasi yang jelas kepada pelanggan. Menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan pelanggan adalah kunci untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan dipercaya di masyarakat.
kasus roti o, pelajaran bisnis umkm, pembayaran tunai, Bank Indonesia, pelayanan pelanggan, strategi bisnis, kebijakan cashless, pengalaman pelanggan, edukasi UMKM, kampung kaleng
Tags: Bank Indonesia, edukasi UMKM, kampung kaleng, kasus roti o, kebijakan cashless, pelajaran bisnis umkm, pelayanan pelanggan, pembayaran tunai, pengalaman pelanggan, strategi bisnis
Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM
Roti Maryam, juga dikenal sebagai Roti Canai atau Roti Prata di beberapa tempat, adalah jenis roti yang populer di berbagai... selengkapnya
Kue pastri atau kue panggang adalah nama produk roti yang terbuat dari tepung terigu, gula, susu, mentega, lemak, bubuk pengembang... selengkapnya
Kembang api adalah suatu bentuk hiburan yang melibatkan pelepasan energi dalam bentuk cahaya, suara, asap, dan panas. Sejarah kembang api... selengkapnya
Bagi ibu-ibu yang hobi masak kue, tidak bisa meninggalkan loyang. Berbagai jenis dan bentuk loyang tersedia di pasaran. Untuk membuat... selengkapnya
Kerupuk, sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar penduduk Indonesia. Hampir setiap kuliner nusantara, menjadikan kerupuk sebagai pendamping, bahkan... selengkapnya
Core Tray Non-Plastik: Solusi Tangguh dan Ramah Lingkungan untuk Industri Eksplorasi Temukan keunggulan core tray non-plastik sebagai solusi tahan lama... selengkapnya
Kue semprong adalah makanan kue kering yang berasal dari Indonesia. Kue ini berbentuk selinder atau panjang seperti pipa dengan rasa... selengkapnya
Kue Kering Lebaran 2026: Panduan Resep, Tren Packaging, dan Peluang Bisnis Rumahan Menjelang Lebaran 2026, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap tradisi... selengkapnya
Kue lapis adalah kue yang terdiri dari lapisan-lapisan berwarna yang biasanya terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula, dan bahan-bahan... selengkapnya
Desa Pasirmukti, khususnya Kampung Kaleng, telah berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan bagi banyak organisasi dan instansi yang ingin melakukan... selengkapnya
Rak Susun Stainless 150x50x155 cm – Kuat, Higienis, dan Tahan Lama Rak susun stainless ukuran 150x50x155 cm merupakan solusi penyimpanan… selengkapnya
Rp 3.250.000Toples Stainless Ukuran 18 x 20 cm , terbuat dari bahan Stainless Steel. Terdapat 4 sisi kaca sehingga terlihat sangat… selengkapnya
Rp 142.000Cetakan puding tabung, terdapat motif d tengahnya yang bisa bongkar pasang, terbuat dari alumunium ketebalan 0.4 mm. Ukuran panjang 9… selengkapnya
Rp 12.000Dandang Kotak – Mie Kocok terbuat dari stainless 0,4 mm, biasa digunakan untuk memasak mie, bakso dan sebagainya Terdiri dari… selengkapnya
*Harga MulaiRp 575.000
Bed Pasien [Electric Type1] Spesifikasi Konstruksi/Material : Plat besi tbl 0.8 mm Holow [] 60x30x1mm Siderail : ABS Kupu-kupu Foot… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLoyang Bulat Press adalah produk yang dijual dengan ukuran tinggi 4 cm dan diameter 16 cm. Produk ini terbuat dari… selengkapnya
Rp 16.500Panggangan Kompor Bentuk Kotak yang terdiri dari griller, wadah grillernya dan putaran bakaran. Biasa digunakan di atas kompor. Griller, wadah… selengkapnya
Rp 45.000Penekan – Perata Kue, terbuat dari stainless anti karat, tersedia 2 ukuran besar dan kecil. Cek produk selengkapnya di Website… selengkapnya
*Harga MulaiRp 5.000
Trolley Obat Besi Spesifikasi Dimensi (LxT) : 65x45x90 cm Konstruksi/Material : Steel Sheet Finishing : Cat Duco Roda : 5″… selengkapnya
*Harga Hubungi CSVas Bunga, bentuk teko penyiram. Terbuat dari plat, dicat luar dan dalam Ukuran; Tinggi 17 cm, diameter atas 10 cm,… selengkapnya
Rp 45.000




Saat ini belum tersedia komentar.