Beranda » Blog » Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM

Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM

Diposting pada 23 December 2025 oleh admin / Dilihat: 94 kali / Kategori:

Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM

Belakangan ini media sosial ramai memperbincangkan insiden yang melibatkan gerai Roti O setelah sebuah video viral menunjukkan seorang nenek ditolak saat melakukan transaksi karena hanya menerima pembayaran non-tunai seperti QRIS. Peristiwa ini kemudian mendapat permohonan maaf resmi dari manajemen Roti O dan perhatian dari Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas sistem pembayaran di Indonesia. Kilat Berita+1

Kasus Viral: Inti Kejadian dan Respons Roti O

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pelanggan lanjut usia yang tidak bisa menyelesaikan transaksi di sebuah gerai Roti O karena tidak bisa membayar dengan alat pembayaran digital. Dalam sejumlah unggahan media, manajemen Roti O meminta maaf atas kejadian tersebut melalui akun Instagram resmi mereka dan menyatakan telah melakukan evaluasi internal untuk memperbaiki layanan di masa depan. Kilat Berita

Pihak Roti O juga menyampaikan bahwa kebijakan pembayaran nontunai bertujuan untuk mempermudah pelanggan serta memberikan akses promo dan diskon melalui aplikasi pembayaran digital. Namun, respons publik yang luas menunjukkan bahwa tidak semua pelanggan siap atau nyaman sepenuhnya dengan metode nontunai. detikfinance

Bank Indonesia: Tegaskan Aturan Pembayaran Tunai

Kasus ini juga menarik perhatian Bank Indonesia, yang menegaskan kembali bahwa uang tunai (rupiah) adalah alat pembayaran yang sah di Indonesia dan tidak boleh ditolak dalam transaksi sehari-hari. Pernyataan ini merujuk pada Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang melarang penolakan terhadap rupiah, kecuali jika ada keraguan atas keaslian uang tersebut. Kilat Berita

Bank Indonesia juga menyatakan bahwa penggunaan sistem pembayaran nontunai tetap didorong sebagai bagian dari modernisasi layanan, tetapi harus dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan beragam lapisan masyarakat. politikindonesia.id

Baca Juga:  13 Tradisi Yang Ada di Hari Raya Natal

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan

Kasus Roti O jadi viral karena beberapa hal:

  • Transaksi tunai masih umum dan dibutuhkan oleh banyak pelanggan, terutama lansia atau mereka yang tidak memakai pembayaran digital.

  • Penolakan terhadap pembayaran cash bisa menimbulkan kesan kurang inklusif, yang pada akhirnya berdampak pada pengalaman pelanggan.

  • Video tersebut mengundang banyak reaksi di media sosial, termasuk protes dan diskusi soal hak konsumen.

Reaksi publik ini menunjukkan bahwa kebijakan internal sebuah bisnis dapat cepat berimbas pada persepsi publik bila tidak dikomunikasikan atau diimplementasikan dengan hati-hati. Republika Online

Pelajaran Penting untuk Pelaku UMKM

Bagi pelaku UMKM–termasuk kamu yang sedang membangun brand sendiri–ada beberapa pembelajaran penting dari kasus ini:

1. Sistem Boleh Modern, Tapi Harus Tetap Inklusif

Menerapkan pembayaran digital atau sistem baru memang bisa meningkatkan efisiensi dan memberikan kemudahan bagi sebagian pelanggan. Namun, pastikan juga tetap menerima metode yang umum dipakai oleh pasar target, termasuk pembayaran tunai, agar tidak mengecualikan kelompok tertentu.

2. Komunikasikan Kebijakan dengan Jelas

Jika ada kebijakan baru, seperti preferensi pembayaran atau cara menggunakan promo, pastikan informasi itu tersampaikan dengan baik kepada pelanggan sebelum transaksi berlangsung.

3. Pelayanan adalah Bagian dari Identitas Brand

Secanggih apapun sistem yang digunakan, pelanggan akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan. Pelayanan yang responsif, empatik, dan adil adalah fondasi hubungan jangka panjang yang kuat.

4. Evaluasi Internal Itu Penting

Respons Roti O dengan melakukan evaluasi internal adalah contoh bahwa pelaku usaha harus siap meninjau ulang kebijakan bila berdampak negatif terhadap pengalaman pelanggan.

Kesimpulan

Kasus viral penolakan pembayaran tunai di gerai Roti O menjadi pengingat bagi pemilik UMKM bahwa strategi bisnis tidak hanya soal efisiensi teknis, tapi juga soal pelayanan yang inklusif dan komunikasi yang jelas kepada pelanggan. Menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan pelanggan adalah kunci untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan dipercaya di masyarakat.

Baca Juga:  5 Alat Baking Wajib untuk Usaha Kue Rumahan

kasus roti o, pelajaran bisnis umkm, pembayaran tunai, Bank Indonesia, pelayanan pelanggan, strategi bisnis, kebijakan cashless, pengalaman pelanggan, edukasi UMKM, kampung kaleng

Tags: , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Pelajaran Bisnis dari Kasus Viral Roti O untuk UMKM

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer service kami

Nila
● online
Ayu
● online
Nila
● online
Halo, perkenalkan saya Nila
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: